
BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus mencari formula terbaik untuk memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya melalui pemanfaatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menawarkan bunga pinjaman lebih rendah dibandingkan kredit komersial.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengatakan akses permodalan masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM. Karena itu, pemerintah daerah tengah mengkaji berbagai opsi yang dapat membantu masyarakat memperoleh pembiayaan usaha dengan beban yang lebih ringan.
Menurutnya, program KUR menjadi salah satu alternatif yang layak didorong karena mendapat subsidi bunga dari pemerintah. Skema tersebut memungkinkan pelaku usaha memperoleh pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan kredit perbankan pada umumnya.
“Kan bunga itu sudah flat 12 persen. Kalau kita ke pemerintah, KUR, maka dapatlah yang 6 persen. Tapi itu subsidi,” ujar Gamalis.
Ia menjelaskan, pemanfaatan KUR dapat menjadi solusi bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan usaha tanpa harus terbebani bunga pinjaman yang tinggi.
Meski demikian, Gamalis menegaskan bahwa berbagai skema dukungan bagi UMKM masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah daerah akan terlebih dahulu menyelaraskan pandangan bersama jajaran eksekutif, perangkat daerah terkait, serta para pemangku kepentingan sebelum menetapkan kebijakan yang akan dijalankan.
“Proses ini penting agar program yang diluncurkan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha dan mampu memberikan manfaat bagi perekonomian daerah,” katanya.
Pemkab Berau berharap hasil koordinasi dan pembahasan yang dilakukan dapat melahirkan stimulus yang tepat sasaran, baik dalam bentuk kemudahan akses permodalan maupun dukungan lainnya yang dapat memperkuat daya saing UMKM lokal.
“Yang terpenting adalah bagaimana kebijakan yang dibuat nantinya benar-benar membantu pelaku usaha untuk bertahan, tumbuh, dan berkembang,” pungkasnya. (adv)


