Digitalisasi Kampung di Berau Terkendala Jaringan Internet, Sekkab Minta Data Lebih Akurat

BERAU – Upaya Pemerintah Kabupaten Berau dalam mempercepat digitalisasi tata kelola pemerintahan kampung masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu kendala terbesar yang ditemukan adalah belum stabilnya jaringan internet yang menjadi tulang punggung sistem penginputan data berbasis online.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, mengungkapkan bahwa gangguan konektivitas masih sering terjadi saat operator kampung melakukan pengisian data secara langsung dari wilayah masing-masing.  “Jaringan yang belum stabil jadi salah satu kendala utama dalam proses penginputan data dari kampung,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi digital yang tengah dijalankan pemerintah daerah menuntut ketepatan dan kecepatan dalam pengelolaan data.

Namun, keterbatasan infrastruktur di sejumlah wilayah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar pelayanan berbasis elektronik dapat berjalan optimal.

Selain itu, Said juga menyoroti pentingnya kualitas data yang diinput oleh operator kampung. Ia menegaskan bahwa seluruh data yang masuk ke dalam sistem akan melalui proses verifikasi sehingga akurasi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Karena itu, para operator diminta untuk lebih teliti dan bertanggung jawab dalam mengisi setiap data yang dibutuhkan. “Data yang diinput harus benar dan sesuai kondisi di lapangan karena semuanya akan diverifikasi,” tegasnya.

Untuk meminimalkan potensi kesalahan, pemerintah daerah juga mendorong penguatan koordinasi antara operator dan kepala kampung.  “Sinergi ini penting agar setiap data yang dikirimkan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (adv)

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER