
BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat komitmennya dalam membangun sektor pendidikan sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengungkapkan berbagai program pendidikan tidak hanya difokuskan pada peningkatan mutu pembelajaran dan fasilitas sekolah, tetapi juga pada kesejahteraan para tenaga pendidik yang menjadi ujung tombak pembangunan generasi masa depan.
Pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam arah pembangunan daerah. Pemkab Berau meyakini bahwa upaya menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan harus dimulai dari sistem pendidikan yang kuat dan didukung oleh tenaga pendidik yang sejahtera.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga dari perhatian terhadap para guru yang setiap hari mengabdikan diri untuk mencerdaskan anak-anak daerah.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kompetensi generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah berkewajiban memberikan dukungan dan perlindungan agar para pendidik dapat menjalankan tugasnya dengan tenang dan maksimal.
“Guru adalah kunci utama dalam membangun fondasi karakter anak-anak kita. Maka dari itu, pemerintah daerah akan selalu pasang badan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan kepastian status mereka agar dapat mengajar dengan tenang,” tegasnya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang terus berlanjut selama masa kepemimpinannya. Mulai dari pengalokasian anggaran pendidikan secara optimal, pemberian beasiswa stimulan bagi pelajar dan mahasiswa, hingga pembangunan serta rehabilitasi sarana dan prasarana pendidikan yang menjangkau wilayah perkotaan maupun kampung-kampung terpencil.
Namun demikian, perhatian terbesar pemerintah daerah saat ini juga tertuju pada nasib para guru honorer yang masih menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Berau.
Di tengah perubahan kebijakan kepegawaian secara nasional, Pemkab Berau berupaya memastikan para tenaga pendidik non-ASN tetap mendapatkan perlindungan dan kepastian dalam menjalankan tugasnya.
“Pemerintah daerah tidak ingin para guru yang selama ini telah mengabdi justru kehilangan pekerjaan akibat proses penyesuaian regulasi yang sedang berlangsung,” jelasnya.
Oleh karena itu, berbagai langkah strategis terus disiapkan untuk menjaga keberlangsungan tugas para guru sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka secara bertahap.
Upaya tersebut dilakukan melalui penyusunan kebijakan daerah yang menyesuaikan aturan pemerintah pusat, termasuk pemanfaatan anggaran daerah secara tepat sasaran guna mendukung peningkatan pendapatan dan perlindungan kerja tenaga pendidik.
Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Berau juga telah menerbitkan kebijakan khusus yang memastikan perlindungan bagi ratusan guru honorer yang masih mengajar di sekolah-sekolah negeri.
“Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjaga stabilitas proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan,” ucapnya.
Pemkab Berau menilai keberadaan guru honorer masih sangat dibutuhkan, terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah yang tersebar di wilayah pesisir, pedalaman, dan daerah dengan keterbatasan akses.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau berharap kualitas pendidikan terus meningkat seiring dengan terjaminnya kesejahteraan para guru.
“Pembangunan pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya membutuhkan fasilitas yang memadai, tetapi juga tenaga pendidik yang merasa dihargai, terlindungi, dan memiliki kepastian masa depan,” pungkasnya. (adv)


