TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah. Melalui Satgas Pengendalian Pangan, sidak lapangan digelar di kawasan Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Tarakan Barat, Jumat (22/5/2026).
Sidak yang berlangsung sejak pagi itu melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari sejumlah instansi. Plh Sekda Tarakan Elang Buana menegaskan, sidak dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang beredar memenuhi syarat kesehatan dan legalitas. “Kegiatan ini merupakan sidak koordinasi antara Pemerintah Kota Tarakan bersama instansi vertikal seperti Kejaksaan, Karantina, Polres, dan kesehatan hewan. Komitmen kami jelas, seluruh sapi yang masuk ke Tarakan harus legal, cukup umur, dan bebas penyakit menular,” katanya di sela peninjauan.
Menurut Elang, pengawasan dilakukan secara berkala bersama Balai Penyidikan Penyakit Hewan Banjarbaru untuk memetakan potensi masuknya ternak ilegal ke Tarakan.
Dia menegaskan, sapi yang masuk tanpa proses vaksinasi dan karantina resmi menjadi perhatian serius pemerintah. “Sidak hari ini fokus mengidentifikasi potensi sapi ilegal. Jika ditemukan hewan yang mencurigakan atau bergejala penyakit menular, kami akan langsung mengambil tindakan tegas berupa pemusnahan,” tegasnya.
Tak hanya pengawasan distribusi ternak, Pemkot Tarakan juga menyiapkan pengawasan hingga proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Elang menyebut Dinas Pangan akan membuka posko pengawasan selama 24 jam penuh.
Petugas kesehatan hewan nantinya bergerak mobile memantau lokasi pemotongan di masjid-masjid. “Mereka memeriksa kesehatan hewan sebelum dipotong, termasuk organ vital seperti hati, jantung, limpa, dan rumen setelah penyembelihan untuk memastikan daging layak konsumsi,” ujarnya.
Pemkot juga meminta panitia kurban di tiap wilayah kooperatif dalam proses pendataan pasca-pemotongan. “Petugas akan mendata jumlah sapi yang dipotong, asal hewan, hingga lokasi pemotongan. Ini penting sebagai bahan evaluasi berkala,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, stok hewan kurban di Tarakan dipastikan aman hingga Iduladha. Saat ini tersedia sekitar 1.474 ekor sapi yang terdiri dari 822 ekor pasokan baru dan 680 ekor stok bulan sebelumnya. Sementara kambing yang tersedia mencapai 440 ekor.
Elang juga mengungkap adanya peningkatan permintaan hewan kurban tahun ini sekitar 5 hingga 10 persen dibanding tahun lalu. “Menariknya, tren kurban kambing menurun, sementara permintaan sapi justru meningkat tajam. Ini menunjukkan daya beli dan tingkat kesejahteraan masyarakat Tarakan terus membaik,” pungkasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


