TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melanjutkan pengembangan kawasan Kebun Raya Bundayati sebagai salah satu ruang konservasi, edukasi, dan wisata lingkungan di Kabupaten Bulungan.
Pada tahun 2026 ini, pengembangan kawasan Kebun Raya memasuki tahapan pengerjaan fisik dengan sejumlah fasilitas pendukung yang mulai dibangun secara bertahap.
Dinas Lingkungan Hidup Bulungan menargetkan seluruh pengerjaan dapat diselesaikan pada tahun ini agar kawasan Kebun Raya Bundayati dapat segera dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.
Kepala DLH Bulungan, H. Ismail mengatakan, intervensi pembangunan tahun ini difokuskan pada penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang tidak hanya mendukung fungsi konservasi, tetapi juga memperkuat daya tarik kawasan sebagai destinasi wisata edukasi.
Beberapa fasilitas yang tengah dikerjakan di antaranya pembangunan gapura utama, Gedung Visitor Information Center (VIC), taman labirin, amphitheater, kolam taman bermain, hingga green house atau tempat penangkaran anggrek alam.
“Pembangunan tahun ini lebih banyak pada kegiatan fisik. Jadi ada pembangunan gapura, gedung VIC, taman labirin, amphitheater, kolam taman bermain, sampai green house untuk penangkaran anggrek alam,” ujar Ismail.
Selain fasilitas utama tersebut, DLH Bulungan juga akan melakukan pembangunan sarana pendukung lain seperti toilet umum, penambahan tanaman pengarah di sejumlah titik kawasan, penyusunan sejarah kebun raya, pembuatan buku katalog tanaman, hingga pembangunan jalan khusus pengelola.
Menurutnya, keberadaan fasilitas Kabun Raya penting untuk menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung pengelolaan kawasan kebun raya secara lebih baik dan berkelanjutan.
“Juga kita akan melakukan pembangunan WC, penambahan tanaman pengarah, penyusunan sejarah dan buku katalog kebun raya, serta jalan khusus pengelola,” katanya.
Ia menjelaskan, Kebun Raya Bundayati nantinya tidak hanya difungsikan sebagai tempat wisata, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan dan konservasi tanaman khas daerah, khususnya flora endemik Kalimantan Utara.
Diharapkan keberadaan kebun raya ini dapat menjadi salah satu ikon wisata baru di Kabupaten Bulungan yang mampu menarik minat masyarakat maupun wisatawan luar daerah.
“Iya, target kita memang akan rampung pada tahun ini. Soal anggaran masih dihitung berkaitan dengan penyesuaian harga,” pungkasnya. (*)
Martinus


