Awal 2026, Nilai Investasi IKN Capai Rp 72 Triliun

NUSANTARA – Arus investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengalir. Tiga investor nasional kembali menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Otorita IKN pekan ini, menambah total komitmen investasi swasta murni hingga awal 2026 mencapai Rp 72 triliun.

Ketiga investor tersebut yakni PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi. Mereka akan mengembangkan fasilitas komersial dan layanan publik di wilayah pengembangan (WP) 1A dan 1C, meliputi pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan seluruh proyek dirancang untuk memenuhi kebutuhan harian penghuni kawasan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat yang beraktivitas di Nusantara.

“Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp 72 triliun. Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres nomor 79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden (ke IKN),” jelas Basuki, Rabu (25/2/2026).

Ia menyebut tren investasi di Nusantara menunjukkan perkembangan positif dan mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ibu kota baru tersebut.

Otorita IKN saat ini intens mendorong pembangunan fasilitas komersial, sosial, dan penunjang lain untuk memperkuat ekosistem perkotaan. Langkah ini dipandang penting guna memastikan kawasan tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga hidup secara ekonomi.

Pada 2025, tercatat sedikitnya 91 tenant aktif telah beroperasi di kawasan inti. Kehadiran pelaku usaha tersebut menopang aktivitas sekitar 1.200 ASN yang telah bertugas di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), sekaligus melayani pengunjung yang datang ke IKN.

Dari sisi pembiayaan, pembangunan IKN dijalankan melalui beberapa skema. Selain investasi swasta murni Rp 72 triliun hingga awal 2026, terdapat skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) sebesar Rp 158,73 triliun serta dukungan APBN sekitar Rp 10 triliun berdasarkan data hingga akhir 2025.

Dengan tambahan tiga investor anyar ini, Otorita optimistis geliat ekonomi di jantung Nusantara akan semakin solid dan menopang pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan. (MK)

Editor: Agus S

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER