TARAKAN – Video sejumlah orang yang bermalam di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Grand Tarakan Mall (GTM), Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Karang Rejo, viral di media sosial dan menuai beragam reaksi warganet.
Menyikapi hal tersebut, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Tarakan memastikan telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan penanganan.
Kepala Dinsos PM Kota Tarakan, Arbain menjelaskan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi yang beredar di media sosial. Petugas bersama pekerja sosial langsung melakukan asesmen di lokasi untuk memastikan kondisi orang-orang yang terlihat dalam video tersebut. “Kami langsung turun ke lapangan dan melakukan asesmen,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Dari hasil penelusuran, Dinsos PM menemukan dua orang yang bermalam di JPO dengan latar belakang persoalan yang berbeda. Keduanya masuk dalam kategori orang terlantar, namun membutuhkan pendekatan penanganan yang tidak sama.
Satu orang diketahui bernama Arianto, mantan narapidana yang baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Yang bersangkutan menyampaikan keinginan untuk kembali ke daerah asalnya di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Saat ini Arianto telah ditempatkan di shelter sementara dan sedang diproses pemulangannya sesuai prosedur yang berlaku. “Yang bersangkutan sudah kami selter dan saat ini sedang kami siapkan proses pemulangan ke daerah asalnya,” jelasnya.
Sementara satu orang lainnya, Yusuf, merupakan warga Tarakan yang sudah lama meninggalkan daerah tersebut dan sebelumnya menetap di Malaysia. Setelah kembali ke Tarakan, Yusuf tidak memiliki pekerjaan dan tempat tinggal tetap, sehingga kerap bermalam di JPO maupun masjid di sekitar lokasi.
Dinsos juga telah menelusuri keberadaan keluarga Yusuf. Namun upaya mempertemukan yang bersangkutan dengan keluarga belum membuahkan hasil, karena adanya penolakan dari pihak keluarga. “Secara administrasi dia warga Tarakan dan punya keluarga, tetapi keluarganya belum bersedia menerima. Ini menjadi kendala dalam penanganan,” ungkapnya.
Selain kasus di JPO GTM, Dinsos LM Kota Tarakan juga menangani beberapa orang terlantar lainnya dalam waktu berdekatan, termasuk pemulangan ke daerah asal seperti Nunukan dan Tolitoli.
Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan keberadaan orang terlantar di ruang publik, sehingga dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan risiko sosial maupun keselamatan.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


