Pemindahan Pusat Pemerintahan Tak Ganggu Program Prioritas

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan menegaskan bahwa rencana pemindahan pusat pemerintahan ke kawasan baru tidak akan mengganggu pelaksanaan program prioritas daerah. Sejumlah agenda penting seperti penanganan banjir, pemeliharaan infrastruktur jalan, dan kegiatan lingkungan dipastikan tetap berjalan seiring dengan proyek strategis tersebut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tarakan, Fandariansyah, menyampaikan bahwa seluruh rencana pembangunan telah diperhitungkan secara matang dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah agar tetap seimbang. “Semua sudah kita hitung. Pembangunan tetap jalan, tapi penanganan banjir, jalan, dan lingkungan juga tetap kita tangani. Tidak ada yang kita tinggalkan,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

Dia menjelaskan, penanganan banjir masih menjadi perhatian utama pemerintah kota, terutama di wilayah Kelurahan Karang Anyar, Pamusian, Juata Laut, Mamburungan, Karang Harapan, hingga Kampung Enam.

Upaya yang dilakukan meliputi pelebaran dan normalisasi saluran, penguatan tebing sungai, serta perbaikan drainase di sejumlah titik rawan genangan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pemindahan Masjid Darul Faizin di Karang Anyar yang berada di jalur aliran air. Menurut Fandariansyah, bangunan lama menjadi salah satu penyebab terhambatnya aliran air. “Masjid kita pindahkan. Setelah proses hibah atau tukar guling selesai dan masjid baru difungsikan, bangunan lama akan kita bongkar supaya aliran airnya lancar,” jelasnya.

Saluran air di kawasan tersebut direncanakan dilebarkan hingga sekitar 8 sampai 10 meter untuk meningkatkan kapasitas tampung air, terutama saat curah hujan tinggi.

Selain pekerjaan konstruksi, Pemkot Tarakan juga rutin melakukan kegiatan lingkungan, seperti pembersihan saluran tersier dan pekerjaan manual di lokasi yang tidak dapat dijangkau alat berat.

“Kalau yang tidak bisa ditangani secara mekanis, kita turunkan tenaga outsourcing. Mereka yang turun langsung membersihkan saluran,” kata Fandariansyah.

Di sektor transportasi, pemerintah kota juga tetap melakukan pemeliharaan jembatan, termasuk jembatan kayu di Kelurahan Mamburungan yang kerap mengalami kerusakan akibat beban kendaraan berat, khususnya angkutan rumput laut. “Itu memang jadi perhatian kita. Perawatannya tetap jalan. Untuk betonisasi juga ada rencana, tapi kita lakukan bertahap sesuai anggaran,” ujarnya.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER