TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus menggenjot sertifikasi aset yang menjadi penguasaan Pemkab Bulungan pada tahun 2026.
Pasalnya, selain aset umum, Pemkab Bulungan juga mendorong sertifikasi terhadap rumah ibadah melalui program PTSL. Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan selain bangunan kantor, bidang jalanan dan satuan pendidikan, rumah ibadah juga menjadi perhatian khusus.
Pemkab Bulungan terus mendorong aset rumah ibadah itu dapat diakomodir dalam program tersebut, melalui kegiatan yang dilaksanakan pemerintah daerah.
“Rumah ibadah ini juga harus disertifikasi dan itu bisa difasilitasi melalui PTSL,” ujar Syarwani.
Terkait masih banyaknya aset daerah yang belum bersertifikat, Syarwani menegaskan bahwa seluruh aset tersebut secara administrasi masih tercatat dalam penguasaan Pemkab Bulungan.
Salah satu contohnya adalah aset jalan yang berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Jalan itu dibangun oleh pemerintah daerah, tapi belum tersertifikasi. Seluruh ruas jalan, termasuk gang-gang yang dibangun menggunakan APBD, itu penguasaannya ada di pemerintah daerah dan wajib disertifikasi,” bebernya.
Selain jalan, Pemkab Bulungan juga memprioritaskan sertifikasi bangunan sekolah dasar, rumah guru, halaman sekolah, hingga fasilitas kesehatan seperti puskesmas pembantu (pustu).
“Saya sudah minta fokus di PU, fokus di bidang kesehatan, dan fokus di pendidikan. Targetnya data 600 aset ini benar-benar bisa tereksekusi pada tahun 2026,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, agar usulan PTSL disampaikan sejak awal tahun agar prosesnya dapat berjalan optimal, mengingat tahapan PTSL membutuhkan waktu yang cukup.
“Semakin cepat diusulkan di awal tahun, semakin baik. Jangan sampai baru masuk di akhir tahun karena proses di BPN juga butuh waktu,” tandasnya.
Diketahui, sepanjang tahun 2025, aset milik Pemkab Bulungan yang berhasil tersertifikasi melalui program PTSL baru mencapai 101 aset, jumlah yang dinilai masih rendah dibandingkan total aset daerah yang belum memiliki sertifikat. (*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


