TARAKAN — Sejumlah pedagang di Pasar Tenguyun, Kota Tarakan, mengeluhkan maraknya aktivitas jual beli di luar area pasar resmi. Keberadaan pedagang yang berjualan di pinggir jalan dinilai merugikan pedagang di dalam pasar, karena memicu persaingan tidak sehat dan membuat harga menjadi tidak stabil.
Pedagang sayur Pasar Tenguyun, Sukinah, mengatakan pedagang di luar pasar kerap menjual dengan harga tinggi pada pagi hari, namun menurunkannya secara drastis menjelang pulang. Kondisi tersebut dinilai merusak harga pasar dan berdampak langsung pada omzet pedagang resmi.
“Kalau pagi mereka bisa jual mahal, tapi sore diturunkan jauh supaya cepat habis. Kami yang di dalam pasar jadi ikut terdampak karena pembeli membandingkan harga,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Keluhan serupa disampaikan pedagang sembako, Fitri. Dia menilai keberadaan lapak liar membuat kondisi pasar semakin sepi, meski pedagang di dalam pasar tetap dibebani kewajiban membayar retribusi bulanan. “Kami ini bayar retribusi, sementara yang di luar tidak. Tapi pembeli lebih banyak berhenti di pinggir jalan. Akhirnya omzet kami turun,” katanya.
Selain memengaruhi penjualan, lapak-lapak di luar pasar juga dinilai mengganggu ketertiban umum. Akses masuk menuju Pasar Tenguyun menjadi sempit, bahkan kerap menimbulkan kemacetan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Sukinah yang telah berjualan selama kurang lebih 30 tahun berharap, pemerintah dan pihak terkait segera melakukan penertiban. Ia menilai, penataan yang tegas diperlukan, agar aktivitas jual beli kembali tertib dan pedagang resmi tidak terus dirugikan. “Kalau dibiarkan terus, pedagang di dalam pasar bisa kalah. Harapannya ada penertiban supaya semua tertata dengan baik,” tutupnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


