TARAKAN — Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan PMK) Kota Tarakan mencatat 56 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2025. Dari seluruh kejadian tersebut, kebakaran terbesar terjadi di kawasan Asrama Polisi (Aspol) Jalan Purnawirawan, Tarakan Barat, yang menghanguskan empat rumah dinas anggota Polri dan satu rumah warga.
Kasi PMK dan Penyelamatan pada Kantor Satpol PP dan PMK Tarakan, Irwan, mengatakan kebakaran di Aspol menjadi perhatian khusus karena dampaknya cukup besar dan melibatkan hunian berpenghuni. “Kejadian di Asrama Polisi ini merupakan kebakaran terbesar yang kami tangani sepanjang tahun 2025, baik dari jumlah bangunan terdampak maupun potensi kerugiannya,” ujarnya, Minggu (14/12/2025).
Berdasarkan rekapitulasi data capaian kinerja bulanan PMK Tarakan tahun 2025, kebakaran paling banyak terjadi pada objek rumah dan bangunan, yakni sebanyak 21 kejadian. Selain itu, tercatat 9 kejadian kebakaran lahan atau hutan, serta 26 kejadian kebakaran lainnya, seperti kebakaran sampah, ban bekas, dan minyak.
Secara bulanan, angka kebakaran tertinggi terjadi pada Mei dengan sembilan kejadian, disusul Juli dan Oktober yang masing-masing mencatat tujuh kejadian. Sementara itu, jumlah kebakaran terendah terjadi pada Januari dan Desember, masing-masing dua kejadian.
Irwan menjelaskan, selain kebakaran, pihaknya juga menangani berbagai operasi darurat nonkebakaran. Sepanjang 2025, PMK Tarakan mencatat 518 operasi nonkebakaran, mulai dari evakuasi hewan berbahaya seperti ular, biawak, dan lebah, hingga penanganan kondisi darurat lainnya di tengah masyarakat.
Dia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah. “Pastikan kompor, instalasi listrik, dan peralatan elektronik dalam kondisi aman. Pencegahan menjadi kunci untuk menekan angka kebakaran di Tarakan,” katanya. (apc/and)
Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika


