TARAKAN — Universitas Borneo Tarakan (UBT) memberikan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa yang terdampak bencana alam di sejumlah wilayah di Sumatra. Kebijakan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian kampus terhadap mahasiswa yang keluarganya mengalami musibah di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat.
Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, menyampaikan bahwa dari total 49 mahasiswa yang terdata terdampak, 22 di antaranya sudah menjadi penerima KIP Kuliah. Sementara 27 mahasiswa lainnya langsung mendapatkan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.
Lebih lanjut, UBT membagi skema keringanan menjadi tiga kategori. Terdampak ringan mendapat potongan UKT 30 persen, mencakup 14 mahasiswa dari daerah seperti Tebing Tinggi, Dairi, Simalungun, dan Asahan. Terdampak sedang memperoleh potongan 50 persen, meliputi 7 mahasiswa asal Humbang Hasundutan, Medan, dan Deli Serdang. “Terdampak berat dibebaskan 100 persen UKT, diberikan kepada 6 mahasiswa yang mayoritas berasal dari Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah,” ujar Rektor UBT, Kamis (11/12/2025).
Prof. Yahya menegaskan, kebijakan ini merupakan komitmen kampus untuk memastikan tidak ada mahasiswa yang harus berhenti kuliah karena kondisi keluarga yang terdampak bencana. Keringanan tersebut akan diberikan untuk semester-semester berikutnya sambil memantau perkembangan situasi masing-masing mahasiswa.
“UBT akan terus memastikan keberlanjutan kuliah mereka. Stimulan ini diberikan per semester sesuai kebutuhan,” katanya.
Dengan kebijakan ini, UBT berharap para mahasiswa terdampak tetap bisa fokus pada studi tanpa memikirkan beban biaya tambahan akibat musibah yang menimpa keluarga mereka.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


