TARAKAN — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), BMKG Tarakan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan aktif memantau informasi peringatan dini cuaca.
Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menegaskan bahwa periode akhir tahun ini berpotensi diwarnai hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta tingginya gelombang laut yang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama yang tinggal di pesisir dan nelayan.
“Kita sudah memasuki periode monsoon Asia yang membawa udara basah dan meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Dampaknya, dalam beberapa hari ke depan intensitas hujan bisa meningkat,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Selain monsoon Asia, keberadaan bibit siklon tropis 93W di wilayah perairan Filipina juga memberi pengaruh terhadap kondisi cuaca di Kaltara. Bibit siklon itu dapat meningkatkan kecepatan angin dan gelombang laut, sehingga masyarakat diminta tidak mengabaikan peringatan yang dikeluarkan BMKG.
“Beberapa malam terakhir masyarakat sudah merasakan angin kencang dan hujan deras. Itu salah satu dampak dari bibit siklon. Kalau tekanannya menurun, angin akan makin kencang dan potensi hujan makin besar,” jelasnya.
BMKG juga mencatat adanya puncak pasang air laut pada 5 Desember lalu, yang mencapai sekitar 6 meter dari dasar pengukuran water level. Meski dampaknya tidak terlalu signifikan, warga pesisir tetap diminta waspada terhadap kemungkinan rob susulan.
Sulam menekankan pentingnya masyarakat memantau peringatan dini cuaca tiga harian, prakiraan 10 harian, serta informasi real time dari BMKG. Semua informasi tersebut diperbarui secara berkala dan dapat menjadi rujukan bagi warga, untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
“Teman-teman nelayan sudah punya grup khusus dengan BMKG untuk memantau kondisi cuaca. Masyarakat umum juga bisa memantau melalui aplikasi dan kanal informasi resmi kami,” katanya.
Dia mengingatkan, bahwa BMKG bekerja 24 jam dengan dukungan radar, satelit, hingga alat pantau cuaca di Pelabuhan Malundung yang memancarkan data setiap saat. Informasi yang dihasilkan menjadi dasar bagi berbagai instansi dalam mengambil keputusan.
“Kami ingin masyarakat ikut peduli. Kalau ada peringatan angin kencang atau gelombang tinggi, mohon diperhatikan. Tujuannya agar perayaan Nataru berlangsung aman dan semua aktivitas berjalan lancar,” tegasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


