Koperasi Selumit Kalah Saing, Penyalur Lain Kuasai Distribusi Beras dan LPG

TARAKAN — Koperasi Merah Putih (KMP) Kelurahan Selumit mengaku kesulitan bersaing dalam pendistribusian kebutuhan pokok di wilayahnya. Pasokan beras dan LPG yang masuk ke koperasi sangat kecil, sementara penyalur lain justru mendapat jatah lebih besar dan lebih stabil. Kondisi ini membuat koperasi semakin tersisih dari rantai distribusi utama.

Wakil Ketua Bidang Usaha KMP Selumit, Hamdani, mengungkapkan bahwa minimnya pasokan tersebut membuat koperasi tidak mampu bersaing, baik dalam hal ketersediaan barang maupun kecepatan pelayanan.

“Terus terang, kita kalah saing. Pasokan ke koperasi sedikit sekali. Sementara di luar sana, penyalur lain dapat lebih banyak, lebih rutin,” ujar Hamdani, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, distribusi yang tidak merata menyebabkan koperasi kerap menjadi pihak yang paling akhir menerima suplai. Akibatnya, anggota koperasi lebih memilih membeli ke penyalur lain, karena stok di koperasi cepat habis atau bahkan tidak tersedia.

“Kita tidak bisa bersaing kalau pasokan selalu minim. Anggota kadang datang ke koperasi tapi pulang tangan kosong, karena barang sudah habis,” jelas Hamdani.

Situasi ini membuat posisi koperasi yang seharusnya menjadi lembaga ekonomi warga di tingkat kelurahan menjadi kurang strategis. Hamdani menilai koperasi seperti hanya “penonton” dalam arus distribusi kebutuhan pokok.

“Padahal koperasi dibentuk untuk memperkuat ekonomi warga. Tapi kalau distribusi tidak berpihak, ya koperasi tertinggal terus,” katanya.

Hamdani menekankan pentingnya evaluasi sistem penyaluran, agar koperasi bisa mendapatkan porsi yang lebih adil. Dia menilai, jika pasokan merata, koperasi bisa berperan jauh lebih besar dan mampu melayani warga dengan lebih efektif.

“Kalau pasokan adil, koperasi bisa jadi garda depan. Kita punya struktur, punya anggota, punya sistem. Yang kurang hanya pasokannya,” tegasnya.

Dia mengatakan telah menyampaikan kondisi ini ke pihak Pertamina khususnya terkait LPG. Namun Pertamina berdalih mendistribusikan LPG berdasarkan kuota yang telah ditetapkan.

Di tengah kondisi ini, KMP Selumit tetap berupaya mempertahankan layanan, meski dengan segala keterbatasan. Namun tanpa peningkatan pasokan, koperasi sulit meningkatkan daya saingnya.

Penulis: Ade
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER