Operasi Zebra Tarakan 2025 Catat Nol Kecelakaan

TARAKAN — Operasi Zebra Kayan 2025 yang digelar Polres Tarakan selama 14 hari, mulai 17–30 November 2025, mencatatkan hasil positif. Sepanjang pelaksanaan operasi, tidak ada satu pun kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Tarakan.

Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Rudika Harto Kanajiri, mengatakan nol kecelakaan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepatuhan pengendara. “Angka kecelakaan selama operasi ini zero. Tidak ada kejadian menonjol, situasi aman dan terkendali,” ujarnya dalam rilis, Selasa (2/12/2025).

Pada sisi penindakan, pelanggaran yang paling banyak ditindak berasal dari ETLE statis dengan total 35 kasus. Sementara ETLE mobile belum berjalan karena fasilitasnya belum tersedia. Penindakan tilang manual hanya dua kasus, masing-masing satu pada pengendara roda dua dan roda empat.

“Kebanyakan pelanggar kooperatif. Surat konfirmasi pelanggaran langsung kami kirim ke alamat sesuai nomor polisi karena sudah terintegrasi,” jelas AKP Rudika.

Selain tilang, polisi juga memberikan 147 teguran kepada pengendara. Pelanggaran roda dua mendominasi, mulai dari tidak memakai helm SNI 118 kasus, melawan arus 32 kasus, hingga penggunaan knalpot brong 21 kasus. Untuk roda empat, tercatat dua pelanggaran sabuk pengaman dan satu pelanggaran knalpot brong.

Di luar penindakan, Satlantas Polres Tarakan juga menggencarkan pembinaan dan sosialisasi. Tercatat 29 kegiatan sambang komunitas, 10 sosialisasi di sekolah dan kampus, serta dua sosialisasi ke perusahaan. Di media sosial, edukasi tertib berlalu lintas tayang 146 kali. Tak hanya itu, polisi turut menyebarkan 65 spanduk, 95 leaflet, dan 1.385 stiker ke berbagai titik.

Untuk kegiatan preventif, petugas melakukan enam ramp check sopir bus dan truk, serta dua pengecekan kelengkapan kendaraan di sekolah, kampus, dan perusahaan. Pelaksanaan turjawali , pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli mencapai 994 kegiatan.

AKP Rudika mengapresiasi tingginya tingkat kepatuhan masyarakat. “Ini membuktikan masyarakat Tarakan semakin patuh. Harapan kami, kepatuhan ini terus berlanjut meski tidak ada operasi,” katanya.

Dia menambahkan bahwa seluruh wilayah Tarakan memiliki potensi pelanggaran, terutama di kawasan pinggiran. Karena itu, patroli dan sosialisasi akan terus ditingkatkan. Sepanjang operasi, situasi dilaporkan aman, lancar, dan kondusif.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER