GPM Jelang Nataru, Harga Lebih Murah

TARAKAN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Tarakan  menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

Kegiatan kali ini dipusatkan di halaman Masjid Al-Ma’arif, Selasa (2/12/2025), dan sejak pagi sudah dipadati warga yang ingin mendapatkan sembako dengan harga jauh lebih rendah dibanding pasaran.

Kegiatan GPM menjadi salah satu strategi rutin Pemkot Tarakan, dalam menghadapi potensi kenaikan harga yang hampir selalu terjadi saat hari besar nasional.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tarakan, Ajat Jatnika, menyampaikan bahwa pelaksanaan GPM di Masjid Al-Ma’arif merupakan bagian dari rangkaian pengendalian inflasi daerah menjelang akhir tahun.

Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau, terutama di tengah tingginya kebutuhan di Bulan Desember. “Harganya pasti lebih murah di sini,” tegasnya.

Ajat menerangkan bahwa selisih harga antara GPM dan pasar cukup signifikan, sehingga kegiatan ini selalu diminati warga. Meski titik pelaksanaan selanjutnya belum ditetapkan, Pemkot menargetkan GPM berikutnya digelar dalam dua minggu ke depan, tepat di pertengahan Desember.

“Tujuannya sebagai pengendalian inflasi dan antisipasi puncak permintaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid Ketahanan Pangan DKPP Tarakan, Wiwiek Aisyiyah menjelaskan, bahwa penurunan harga dalam kegiatan ini ditopang melalui subsidi ongkos angkut sebesar sekitar Rp2.000 per kilogram untuk sejumlah komoditas. Subsidi tersebut diterapkan pada bahan pangan utama seperti beras, minyak goreng, telur, bawang merah, dan bawang putih. Mekanisme ini dipilih agar harga jual ke masyarakat dapat ditekan tanpa mengubah harga dasar produksi.

Wiwiek memastikan bahwa ketersediaan stok pangan di Tarakan dalam kondisi aman. Untuk GPM di Masjid Al-Ma’arif, pemerintah menyiapkan pasokan besar sekitar 300 kilogram bawang merah, 200 kilogram bawang putih, tiga ton gula pasir, 300 karung beras ukuran 5 Kg, serta 300 piring telur.

Berdasarkan pengalaman kegiatan sebelumnya, pasokan sebesar ini kerap habis hanya dalam setengah hari karena antusiasme masyarakat yang tinggi.

Menurutnya, suasana di lokasi GPM sendiri cukup padat. Warga datang sejak pagi untuk mendapatkan sembako murah, terutama beras, minyak goreng, dan telur yang menjadi komoditas utama kebutuhan rumah tangga.

Pemkot Tarakan berharap pelaksanaan GPM tidak hanya membantu menekan harga pangan, tetapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat terhadap ketersediaan kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dengan kegiatan lanjutan yang sudah direncanakan, pemerintah optimistis pengendalian harga dapat berjalan efektif hingga memasuki awal 2026 mendatang.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER