Cuaca Ekstrem, Wawali Tarakan: Waspadai Tanah Longsor

TARAKAN – Setelah Pemerintah Kota Tarakan menerbitkan Surat Edaran (SE) Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Hidrometeorologi akhir 2025–awal 2026, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat.

Dia mengungkapkan bahwa peningkatan risiko bencana saat ini bukan hanya karena cuaca ekstrem, tetapi juga kondisi ekologis dan perilaku manusia di wilayah rawan.

Ibnu Saud menjelaskan bahwa penetapan status siaga bencana dilakukan berdasarkan laporan BMKG serta kondisi lokal Tarakan yang kini memasuki masa pancaroba. “Curah hujan tidak menentu kadang subuh, kadang siang membuat tanah semakin jenuh air. Kelabilan tanah meningkat, sehingga sedikit getaran saja bisa memicu longsor,” katanya, Minggu (30/12/2025).

Dia menambahkan, Tarakan sempat diguncang gempa beberapa waktu lalu. Meski belum menimbulkan longsor besar, retakan tanah telah ditemukan di sejumlah titik. “Ini bisa memicu pergeseran tanah seperti yang pernah terjadi di wilayah Gunung Selatan. Karena itu, lebih baik kita keluarkan early warning system,” ujarnya.

Menurut Ibnu, mitigasi bencana bukan sekadar peringatan, tetapi cara membangun kesadaran kolektif.

Dia menyoroti masih adanya warga yang mendirikan bangunan atau kandang di lereng, atau membangun tanpa standar struktur yang benar. “Itu berarti pembangunan tidak memperhatikan potensi bencana. Kami ingin memanggil kembali kesadaran dan kepedulian masyarakat,” tegasnya.

Ibnu menilai bahwa penanganan tidak cukup hanya ketika bencana sudah terjadi, tetapi harus dimulai dari pencegahan. Salah satunya dengan pola vegetasi yang tepat di wilayah rawan pergerakan tanah. “Bambu misalnya, akarnya kuat untuk menahan tanah. Tapi kalau lahannya milik orang, pemerintah tidak bisa sembarang masuk,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa yang hilang selama ini adalah ketegasan penegakan aturan. “Semakin tidak ditegakkan, semakin banyak pelanggaran muncul. Hukum itu berguna kalau ditegakkan. Mindset sebagian masyarakat kita, hukum dianggap ada kalau sudah dilanggar dulu,” ungkapnya.

Ibnu Saud meminta warga meningkatkan kewaspadaan, peduli terhadap lingkungan, dan menghindari aktivitas yang dapat memperbesar risiko bencana. “Bencana selalu memiliki potensi, meskipun kita tidak tahu kapan datangnya. Yang bisa kita lakukan hanyalah mengantisipasi,” tutupnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER