TARAKAN — Pelabuhan Tengkayu I mengambil langkah cepat menindak maraknya calo tiket non-reguler, yang beroperasi di sekitar kawasan pelabuhan. UPTD Pelabuhan memastikan persoalan ini menjadi agenda prioritas dan dibahas dalam rapat koordinasi bersama instansi terkait dalam waktu dekat.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I, Widia Ayu Saraswati, mengatakan keluhan masyarakat terkait calo tiket terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir, termasuk sorotan dari Komisi Gabungan DPRD Kaltara.
“Kami akan rapatkan bersama KSKP dan asosiasi penjual tiket non-reguler. Ini sudah jadi atensi dan kami tindak lanjuti,” ujar Widia di Tarakan, Selasa (25/11/2025).
Widia menegaskan, penanganan calo tiket harus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi untuk menghindari gesekan di lapangan.
Selain calo, PKL yang kembali berjualan di zona terlarang juga akan ditertibkan dalam waktu dekat. Lokasi mereka akan dikembalikan ke area yang telah disepakati di koridor krestel. Pengelola juga menyoroti keluhan buruh angkut yang mematok tarif tak sesuai ketentuan dan mengambil barang tanpa konfirmasi. Koordinasi dengan koperasi buruh akan dilakukan untuk meningkatkan pengawasan.
UPTD juga memperbaiki sejumlah fasilitas dasar, termasuk menambah intensitas kebersihan toilet dengan menempatkan petugas standby di pintu toilet. Toilet kedatangan yang sebelumnya bermasalah kini sudah kembali beroperasi setelah perbaikan suplai air.
“SDM kami memang terbatas dan fasilitas belum ideal, tapi yang bisa kami tindak lanjuti tetap kami optimalkan,” jelas Widia.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


