TARAKAN – Dorongan pemenuhan porsi tenaga kerja lokal di Kalimantan Utara kembali mencuat. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara meminta perusahaan berani membuka ruang lebih besar bagi warga setempat, bahkan hingga 50 persen dari total kebutuhan tenaga kerja.
Plt Disnakertrans Kaltara, Asnawi, menilai usulan DPRD Kaltara yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan 20 persen tenaga kerja lokal terlalu kecil. “Saya bukan lagi 20 persen, 50 persen harusnya. Kapan lagi warga lokal kita bisa bekerja? Ada kesempatan untuk itu, kenapa harus ditutupi,” tegasnya, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, banyak perusahaan besar melakukan perekrutan besar-besaran hanya pada awal proyek, lalu mengurangi kebutuhan tenaga kerja seiring berjalannya pekerjaan. Pola itu juga terjadi di sejumlah proyek strategis di Kaltara. Karena itu, pengawasan terhadap perekrutan terus diperketat agar serapan tenaga kerja lokal tetap terjaga.
Disnakertrans mengandalkan Kartu Kuning (AK1) sebagai basis data pencari kerja di setiap kabupaten/kota. Setiap pekerja yang sudah terserap perusahaan diwajibkan melapor kembali sebagai bagian dari monitoring resmi.
Selain itu, Disnakertrans menurunkan petugas pengantar kerja untuk memantau proses rekrutmen di perusahaan-perusahaan. Untuk sektor konstruksi, ia memastikan penyerapan pekerja lokal kini sudah lebih besar.
Meski demikian, beberapa perusahaan mengaku masih kesulitan mendapatkan pekerja lokal dengan kompetensi teknis sesuai kebutuhan. Asnawi menekankan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan pelatihan berbasis industri agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
“Kemarin kami melaksanakan pelatihan Joper. Ada pelatihan pengelasan, 16 orang ikut dan 10 langsung diserap perusahaan di Tarakan. Artinya pelatihan ini tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelatihan saat ini tidak lagi berfokus pada keterampilan rumah tangga seperti menjahit atau memasak, sebagaimana yang umum di Balai Latihan Kerja (BLK) pada masa lalu. Kini pelatihan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri dan perusahaan besar yang beroperasi di Kaltara.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


