Tarakan Target Liga Nasional, Struktur Divisi Siap Direvisi

TARAKAN — Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Tarakan, bersiap melakukan gebrakan besar demi membawa sepak bola Bumi Paguntaka naik kelas.

Ketua Askot PSSI Tarakan, Barokah, menegaskan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk merombak struktur divisi klub dan menata ulang keaktifan tim pada 2026. Semua ini dilakukan untuk satu tujuan: mengantarkan Tarakan menembus kompetisi tingkat nasional.

Barokah menjelaskan, Turnamen DPRD Cup II yang sedang bergulir saat ini menjadi momentum penting untuk memotret kekuatan klub, mencari bibit muda, sekaligus menghidupkan atmosfer kompetisi di Tarakan. “Kita ingin mencari bibit dan menjaga silaturahmi. Selain itu, turnamen ini juga jadi hiburan bagi masyarakat yang haus akan sepak bola,” ujarnya.

Askot PSSI Tarakan mencatat ada 32 klub yang terdaftar, namun hanya 21 klub yang aktif mengikuti kompetisi. Kondisi ini membuat Askot memutuskan melakukan riset total terhadap seluruh klub pada 2026, setelah DPRD Cup berakhir.

“Klub-klub yang dulu pernah masuk Divisi Utama, Divisi 1, Divisi 2, semuanya kita reset. Kita mulai dari nol lagi. Mana yang layak masuk Divisi Utama, Divisi 1, Divisi 2 akan kita susun ulang,” tegas Barokah.

Jika ada klub yang terbukti vakum, maka secara otomatis akan digantikan oleh klub baru yang siap tampil. Semua klub terdata di Askot wajib mengikuti proses penilaian ulang tersebut.

Meski harus melakukan restrukturisasi, Barokah memastikan pembinaan pemain muda tetap berjalan. Salah satunya melalui keikutsertaan di ajang Suratin Cup U-17. “Alhamdulillah kita ikut Suratin kemarin, dan Tarakan jadi runner-up. Meski belum bisa mewakili provinsi, ini bukti pembinaan berjalan,” jelasnya.

DPRD Cup II ini juga diramaikan kabar akan hadirnya pemain-pemain luar daerah, termasuk nama mantan pilar timnas. Salah satu yang santer disebut adalah Irfan Dimas, meski Barokah belum memastikan secara resmi. “Informasinya begitu, tapi nanti kita lihat pertandingan,” katanya.

Sejumlah klub disebut tampil sangat serius, termasuk Jilebis FC yang dinilai berambisi mempertahankan prestasi.

Barokah menegaskan bahwa seluruh langkah perombakan ini bermuara pada target besar: mengantar klub Tarakan bersaing di kompetisi nasional. “Harapan kita, Tarakan bisa mewakili daerah sampai tingkat nasional. Dari Divisi 2 naik ke Divisi 1, dan seterusnya. Kami siapkan fondasinya,” ujarnya.

Ia juga membuka ruang bagi dukungan sponsor melalui CSR, agar pembinaan sepak bola Tarakan semakin kuat.

Dengan segala persiapan tersebut, 2026 diprediksi menjadi titik balik besar bagi sepak bola Kota Tarakan, awal dari upaya panjang menuju panggung nasional.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER