Tingkat Pengangguran Terbuka Tarakan Turun Jadi 5,06 Persen

TARAKAN — Indikator ketenagakerjaan Kota Tarakan menunjukkan tren positif menjelang akhir 2025. Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi, melaporkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada triwulan III Agustus 2025 turun menjadi 5,06 persen, membaik 0,05 persen poin dibanding periode yang sama tahun 2024.

“TPT Tarakan kembali bergerak turun. Ini menandakan pasar kerja kita tetap stabil dan mampu menyerap tenaga kerja lebih baik dari tahun sebelumnya,” ujar Umar Riyadi, Kamis (20/11/2025).

Penurunan TPT ini sejalan dengan berkurangnya jumlah pencari kerja. Pada Agustus 2025, tercatat 6.064 pencari kerja, lebih rendah dibanding 6.216 orang pada 2024.

Sementara itu, jumlah angkatan kerja Kota Tarakan mencapai 119.903 orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2025 berada di angka 62,16 persen, turun 1,48 persen poin secara tahunan.

“TPAK memang sedikit menurun, artinya sebagian penduduk usia kerja sementara tidak aktif di pasar kerja. Namun penurunannya relatif kecil dan tidak mengganggu stabilitas ketenagakerjaan,” jelas Umar.

Jumlah penduduk bekerja tercatat 113.839 orang. Sektor jasa masih menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja dengan kontribusi 57,87 persen, disusul manufaktur 24,51 persen, dan pertanian 17,62 persen.

Umar menambahkan, bahwa jika ditarik dalam rentang 15 tahun terakhir, TPT Tarakan pernah berada pada level tinggi, yakni 10,14 persen pada 2011. Namun tren perbaikan berangsur terjadi hingga mencapai titik terendah pada 2021 sebesar 4,94 persen, meski sempat naik kembali menjadi 5,76 persen pada 2022 karena dinamika ekonomi.

“Fluktuasi itu wajar, tetapi arah jangka panjangnya menunjukkan perbaikan. TPT Tarakan kini konsisten berada di kisaran lima persen,” katanya.

Dalam laporan yang sama, BPS mencatat kinerja pasar kerja Kaltara dan nasional yang juga relatif stabil. Pada Agustus 2025, indikator ketenagakerjaan menunjukkan Provinsi Kaltara TPAK yakni 69,55 persen atau turun 0,80 persen poin. Kemudian TPT sebesar 3,85 persen turun 0,05 persen poin. Sementara untuk Nasional TPAK yakmi 70,95 persen turun 0,04 persen poin. Kemudian TPT sebesar 4,85 persen turun 0,06 persen poin.

“Secara regional dan nasional, kondisinya relatif terjaga. Tarakan berada pada posisi moderat dengan struktur ekonomi jasa yang tetap menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja,” tutup Umar.

Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam

⚠️ Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

BERITA POPULER