TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan informasi yang beredar di masyarakat, terkait potensi gempa berkekuatan Magnitudo 7,0 yang disebut-sebut akan mengguncang Kota Tarakan.
Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan, Rasmid, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar jika dianggap sebagai prediksi waktu kejadian, melainkan hanya menggambarkan potensi kekuatan maksimum yang bisa dihasilkan oleh Sesar Tarakan.
“Memang benar, berdasarkan perumusan Wells & Coppersmith (1994), sesar dengan panjang sekitar 100 hingga 110 kilometer seperti Sesar Tarakan memiliki potensi menghasilkan gempa bumi hingga Magnitudo 7,0. Namun ini hanya potensi, bukan prediksi kapan akan terjadi,” jelas Rasmid, Selasa (11/11/2025).
Dia menjelaskan, potensi Magnitudo 7,0 itu hanya akan terjadi apabila seluruh segmen Sesar Tarakan yang membentang dari Tenggara hingga Barat Laut bergerak secara bersamaan. Namun, jika hanya sebagian segmen yang bergerak, maka kekuatan gempanya akan jauh lebih kecil.
“Kalau hanya sebagian sesar yang aktif, magnitudonya tidak sebesar itu. Jadi, potensi ini tidak serta merta berarti gempa 7,0 pasti akan terjadi,” ujarnya.
Rasmid menambahkan, hingga saat ini ilmu dan teknologi belum mampu memprediksi secara pasti kapan gempa bumi akan terjadi. Karena itu, fokus utama yang harus dilakukan adalah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Gempa tidak bisa diprediksi waktunya. Maka yang perlu dilakukan adalah edukasi dan latihan kesiapsiagaan, agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan jika gempa terjadi,” katanya.
Dia juga mengimbau warga Tarakan agar tidak mudah mempercayai informasi yang menimbulkan kepanikan, serta selalu mengacu pada informasi resmi dari BMKG.
“Kalau ada informasi soal gempa, pastikan sumbernya dari BMKG. Kami akan selalu memberikan pembaruan jika ada aktivitas signifikan,” tegasnya.
Penulis: Ade Prasetia
Editor: Yusva Alam


