TANJUNG SELOR – Panitia Musik Alam melakukan audiensi dengan Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, di ruang kerjanya belum lama ini.
Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Musik Alam ke-9 yang dijadwalkan pada Bulan November 2025 mendatang. Musik Alam bukanlah agenda baru bagi masyarakat Bulungan.
Sejak hampir satu dekade terakhir, even ini hadir sebagai ruang kreatifitas anak muda yang memadukan seni musik, budaya lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Tahun ini, perhelatan memasuki edisi ke-9, sekaligus menegaskan eksistensinya sebagai salah satu agenda seni budaya yang dinantikan publik. Lebih dari sekadar hiburan, Musik Alam telah dikenal sebagai wadah pembelajaran dan pengenalan potensi daerah.
Melalui sajian musik lintas genre, kolaborasi komunitas seni, hingga ruang diskusi kreatif, kegiatan ini senantiasa menghadirkan nuansa yang unik. Wakil Bupati Bulungan, Kilat mengungkapkan musik alam ini kini menjadi momentum untuk membangkitkan semangat pelestarian kearifan lokal, dan menjadi nilai utama yang membedakan Musik Alam dari event sejenis di daerah lain.
Kilat menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi gerakan ini. Menurutnya, kehadiran Musik Alam tidak hanya memberi ruang ekspresi bagi generasi muda, tetapi juga turut mengharumkan nama Bulungan di tingkat regional maupun Nasional.
“Pemerintah daerah tentu memberi dukungan penuh terhadap kegiatan yang membawa manfaat. Musik Alam bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang identitas, kebudayaan, dan promosi daerah. Ini momentum positif bagi anak muda untuk terus berkarya sekaligus memperkenalkan Bulungan lebih luas lagi,” tegas Kilat.
Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme komunitas seni, perhelatan Musik Alam di Bulan November mendatang diharapkan menjadi titik temu antara musik, budaya, dan lingkungan.
Pasalnya, event ini bukan hanya milik seniman, melainkan juga milik masyarakat yang bangga dengan identitas dan kekayaan daerah.(*)
Penulis: Martinus
Editor: Yusva Alam


