TENGGARONG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak cepat dalam menyosialisasikan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Kukar 2024 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2025.
Meski waktu persiapan tergolong singkat, Kepala Kesbangpol Kukar, Rinda Desianti, memastikan pihaknya tetap menjalankan sosialisasi secara masif, bahkan hingga ke tingkat rukun tetangga (RT).
“Formatnya sederhana, banyak memanfaatkan Zoom dan media komunikasi yang cepat. Tapi kami pastikan semua lini tersentuh, mulai dari OPD hingga ke desa-desa,” ungkap Rinda.
Ia mengakui, tantangan terbesar dalam PSU kali ini adalah minimnya pemahaman masyarakat, khususnya di daerah terpencil, mengenai alasan dilakukannya pemungutan suara ulang.
“Kalau di wilayah kota, mungkin warga sudah familiar. Tapi di wilayah hulu atau pinggiran, sebagian masih bingung kenapa harus mencoblos lagi, apa beda PSU dengan pemilu sebelumnya, dan bagaimana status mereka dalam DPT,” jelasnya.
Meskipun begitu, Rinda optimistis partisipasi pemilih bisa tetap tinggi. Ia menargetkan tingkat partisipasi setidaknya sama seperti PSU sebelumnya yang mencapai 70,98 persen.
“Harapannya minimal tidak turun dari angka itu. Kami juga mengikuti arahan KPU dan Bawaslu dalam pelaksanaan teknis dan penyampaian informasi kepada publik,” ujarnya.
Rinda juga mengingatkan bahwa keberhasilan PSU bukan semata tanggung jawab penyelenggara, melainkan seluruh elemen—termasuk pemerintah daerah, peserta pemilu, dan masyarakat sendiri.
“Ada empat pilar sukses pemilu: penyelenggara, pemerintah, peserta, dan masyarakat. Kalau masyarakat tidak datang ke TPS, maka upaya kita tidak akan maksimal. Jadi kami sangat dorong peran aktif warga,” tutupnya. (ADV)


