spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Warga Diminta Waspada, Intensitas Hujan Dimungkinkan Masih Terjadi Sepekan Kedepan

TANJUNG SELOR – Intensitas curah hujan beberapa pekan lalu, membuat air sungai Bahau meluap yang berimbas pada naiknya debit air Sungai Kayan, di wilayah Kecamatan Peso dan Peso Hilir, Kabupaten Bulungan.

Bahkan, debit air tersebut hingga mengenangi fasilitas umum seperti sekolah, jalan raya, bahkan, salah satu jembatan di Desa Long Sam sempat tengelam akibat naiknya arus air sungai.

Kakak BPBD Kabupaten Bulungan, Rafidin saat dikonfirmasi membenarkan soal naiknya debit air sungai Kayan, dampak langsung terjadi di wilayah hulu sungai. Namun, kata dia hingga hari ini belum ada laporan catatan kerugian dampak dari kejadian itu. Bahkan, beberapa informasi masuk dari petugas di lapangan, bahwa kondisi air di lokasi sudah berangsur normal.

“Memang air agak tinggi. Karena malam hasil pantauan daerah Kecamatan Peso, di papan ukur ketinggian air terpasangang di pelabuhan Long Bia, angkanya mencapai 7 meter. Itu diatas normal dan perkiraan air nyampai Tanjung Selor 12 jam. Artinya, air di Peso turun di Tanjung Selor mulai tinggi,”ucap Rafidin, kepada wartawan kemarin.

Baca Juga:   Pemprov Sosialisasikan SIMADU MORASA

Ia Bersyukur, karena kondisi saat ini air mati, sehingga dampaknya tidak terlalu mengkhawatirkan. Namun masyarakat diminta untuk tetap waspada.¬† “Kita berdoa aja tidak terjadi hujan di Hulu,” harapnya.

Sementara itu, Forcester BMKG Tanjung Harapan, Tanjung Selor Sylvi kala dikonfirmasi membenarkan, bahwa sepekan kedepan dimungkinkan masih akan terjadi hujan sedang hingga lebat.

“Untuk seminggu kedepan, perlu diwaspadai adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang sesaat di wilayah Kalimantan Utara,” jelas Sylvi, kepada wartawan melalui whatsapp pribadinya, Jumat (25/8/2023).

Hal itu, karena adanya daerah konvergensi memanjang di selat makassar hingga ke utara kalimantan dan didukung dengan labilitas lokal yang kuat, sehingga mendukung proses konvektif yaitu potensi tumbuhnya awan hujan diwilayah Kaltara.

“Kami dari BMKG beberapa hari kemarin, telah memberikan peringatan dini cuaca terupdate dan akan selalu memberikan informasi kondisi cuaca terkini. Sehingga, diharapkan kepada masyarakat untuk lebih waspada lagi terhadap dampak bencana hidrometeorologi yang kiranya akan terjadi di sekitarnya. Bukan hanya banjir namun tanah longsor dan sebagainya,” tandasnya. (tin/and)

Baca Juga:   Dinkes Kaltara Alokasikan 250 Juta untuk Penanganan Stunting

Reporter: Martinus Nampur
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER