spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Viral Oknum PNS Diduga Nongkrong Saat Jam Kerja, Pemkot Tarakan Bakal Telusuri

TARAKAN – Warga Tarakan dihebohkan dengan beredarnya sebuah tangkapan layar yang memperlihatkan rombongan oknum Aparatul Sipil Negara (ASN) sedang nongkrong saat jam kerja. Foto itu pertama kali dibagikan seseorang di dalam sebuah grup Whatsapp Info Kota Tarakan dan seketika viral di sosial media.

Masyarakat Tarakan pun memberi ragam komentarnya. Ada yang kesal dengan mengatakan bahwa PNS harusnya memberi pelayanan publik bukan untuk nongkrong demi kepentingan pribadi. “Digaji negara buat beri pelayanan publik, malah nongkrong buat kepentingan pribadi,” ucap akun Octavian dalam unggahan Instagram Tarakanku yang dikutip, Selasa (2/1/2024).

Selain itu, ada pula yang mendukung dan menyebut bahwa hal itu lumrah. “Gak boleh judge PNS, kadang mereka ada acara atau dinas luar.  Atau mereka memang ada acara di luar jam nya, mungkin mulai acara jam 10 jadi makan dulu sarapan. Jangan sempit pikirannya,” tutur akun tukangreview dalam unggahan Instagram Tarakanku.

Sementara itu, menanggapi viralnya foto tersebut, Wali Kota Tarakan, dr. Khairul akan melakukan penelusuran terkait apakah ASN yang di dalam foto itu berasal dari lingkungan Tarakan atau tidak. Jika oknum tersebut berasal dari lingkungan Pemerintah Kota Tarakan, pihaknya akan memberikan hukuman sesuai dengan aturan yang ditetapakan.

Baca Juga:   Marak Teror Bakar Rumah di Tarakan, Ini Penjelasan AKBP Ronaldo Maradona

“Saya sudah tugaskan Satpol PP. Kalau benar ada, saya lakukan pemeriksaan dan kita lakukan pendisiplinan. Tapi persoalannya apa itu pegawai kita (Tarakan), pakai baju ASN tapi bisa saja dari yang lain seperti luar daerah karena ada kegiatan di sini jadi mungkin sementara dia makan di warung. Tapi tetap ini masukan buat kita,” ucap Khairul.

Pihaknya juga telah memerintahkan Satpol PP untuk rutin menggelar razia. Menurutnya, nongkrong di saat jam kerja merupakan hal yang tidak boleh dilakukan terlebih ASN sudah diberikan waktu istirahat dan libur yang cukup.

“Saya saja tidak berani makan di luar atau di warung, kecuali saya bawa tamu. Tapi kalau nongkrong itu tidak boleh. Saya rasa liburannya juga sudah cukup dan tidak kurang,” katanya.

Penulis: Ade Prasetia

Editor: Yusva Alam

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER