spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Staf Khusus Wapres Kunjungi Tarakan, Bahas Persoalan Kerukunan

TARAKAN –  Rombongan Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Kota Tarakan, Senin (13/11/2023). Dalam kunjungan tersebut, Staf Khusus Wapres RI Bidang Kerukunan dan Perdamaian, Masykuri Abdillah bersama Wali Kota Tarakan, Khairul membahas kerukunan dalam bermasyarakat.

Masykuri Abdillah menjelaskan ada beberapa alasan mengapa pihaknya mengunjungi Tarakan. Pertama, Tarakan dihuni masyarakat yang majemuk. “Bahkan  informasinya penduduk asli hanya sekitar 5 persen. Biasanya dalam masyarakat majemuk ada perbedaan. Dan perbedaan itu bisa menimbulkan perselisihan baik kelompok suku, agama atau politik,” ucapnya saat diwawancarai usai pertemuan, Senin (13/11/2023).

Kemudian Tarakan memiliki sejarah konflik sosial yang terjadi pada 2010 lalu. Menariknya, konflik dapat diselesaikan dengan cepat dan hingga saat masih kondisi sudah kondisif dan tidak ada konflik. Masykuri menyebut Wapres RI, Ma’aruf Amin selalu

mengingatkan kepada masyarakat Indonesia untuk tetap menjaga kerukunan. Terlebih, menjelang tahun politik sehingga rentan terjadi konflik.

“Saya kira menjelang tahun politik, kita semua harus tetap jaga Kondusifitas. Saya rasa pak wali juga punya pengalaman bagaimana menggerakkan tokoh agama atau suku-suku untuk menjaga kondusifitas,” ujarnya.

Baca Juga:   Dagang Sabu di Kamar Losmen, Pria Ini Ditangkap Polisi

Sementara Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan, komunikasi menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga kerukunan di masyarakat. Termasuk komunikasi kepada tokoh-tokoh agama, suku, dan masyarakat. “Kalau selama ada komunikasi pasti tidak ada masalah. Dan itu yang kami terapkan. Ini yang saya lakukan selama hampir 5 tahun menjabat,” katanya.

Khairul pun mengingatkan agar masyarakat selalu menjaga kondusifitas terlebih memasuki tahun-tahun politik. Menurutnya, berbeda pandangan politik merupakan hal yang wajar, yang terpenting tetap menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Jangan selalu mencari perbedaan. Carilah persamaan di dalam perbedaan,” pungkasnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.1k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER