spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

RSD dr Soemarno Sosroatmodjo Komitmen Berikan Layanan Terbaik untuk Masyarakat

TANJUNG SELOR – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatdmojo, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan tengah menjalani survei akreditasi. Survei dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan yang berfokus pada keselamatan pasien.

Bupati Bulungan, Syarwani serta wakil Bupati, Ingkong Ala terpantau ikut serta hadir mendampingi tim akreditasi.

Dikonfirmasi usai melakukan tinjauan itu, Bupati Bulungan, Syarwani mengungkapkan survei yang dilakukan oleh tim, mengacu pada amanat Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)  Nomor 12 Tahun 2020, tentang Akreditasi Rumah Sakit.

Dikatakan, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko, dilaksanakan secara berkesinambungan. Sehingga, dapat terciptanya pelayanan yang mutu dan berkualitas.

“Indikator penilaiannya banyak. Salah satunya, soal penguatan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Yaitu, satu Rumah Sakit Umum Daerah wajib tersertifikasi akreditasi Nasional,” ungkapnya.

Dan untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan yang berkualitas, Syarwani berharap manajemen RSD dr. H. Soemarno Sosroatdmojo untuk ditinggkatkan. Yaitu, terapkan prinsip keselamatan pasien, bersikap profesional sehingga bisa mencapai status akreditasi melalui tahapan dan ketentuan berlaku.

Baca Juga:   Lembaga Yudikatif Dituntut Netral Dalam Pelaksanaan Pilkada

“Saya pikir ini menjadi tugas bersama seluruh perangkat daerah, termasuk RSD untuk terus berinovasi dalam memenuhi ekspektasi masyarakat. Utamanya, dalam meningkatkan tata kelola pelayanan kesehatan,” jelas Syarwani.

Dia katakan, komitmen pemerintah ddaerah terpenting bagaimana memberikan kepuasan pelayanan bagi masyarakat. Senada diungkapkan oleh Humas RSD dr. Soemarno Sosroatmodjo, Heriyadi Suranta bahwa survei akreditasi berlangsung selama tiga hari ke depan.

Dimulai pada 12 Oktober, dan dilanjutkan pada 18-19 Oktober 2023. Pasalnya, survei pertama dilakukan oleh tim survei secara virtual atau melalui jaringan.

“Sementara di hari kedua dan ketiga, dilakukan penelusuran lapangan. Hal ini untuk membuktikan dan memastikan langsung aplikasi, pelaksanaan regulasi yang telah ditetapkan oleh rumah sakit,” jelas Heriadi, sapaan karibnya.

Heriadi melanjutkan, semua yang dilakukan tetap berpedoman pada standar dan prosedur yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan oleh semua staf, mulai dari pimpinan hingga pelaksana. “Kita berkomitmen untuk terus berikan pelayanan yang mutu, berkualitas untuk keselamatan pasien,” tandasnya. (tin/and)

Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER