spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Polisi Intens Jaga Tiga Titik Rawan Kecelakan di Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Wilayah rawan kecelakaan lalu-lintas di Wilayah Kota Tanjung Selor, berdasarkan data kepolisian Polresta Bulungan ditemukan ada tiga titik.

Kasat Lantas Polresta Bulungan, IPTU Jumono memaparkan, tiga titik rawat tersebut yakni, persimpangan Korpri-Jalan Jelarai Raya. Kemudian, Jalan Serindit-Jalan Nuri dan ketiga persimpangan Jalan Jelarai Raya tepatnya depan Kantor Bupati Bulungan.

“Kecelakaan pada beberapa titik tersebut bahkan sampai menelan korban jiwa,” ungkapnya saat ditemui awak media ini, Selasa (15/8/2023).

Dari rekapan catatan lakalantas tersebut, ada berbagai macam faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Pertama pengendara roda dua lalai serta tidak menguasai laju kendaraan sehingga larut dan menabrak median jalan.

“Padahal pada beberapa titik yang kami anggap rawan, telah dipasang rambu-rambu lalulintas. Seperti kurangi kecepatan karena ada tikungan, serta rambu lalulintas pertanda sering terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Selain tiga titik yang dimaksud, ada beberapa wilayah lain yang pernah serta menjadi atensi kepolisian, sehingga solusinya setiap pagi hari pada beberapa titik yang dianggap rawan kecelakaan ditugaskan personil kepolisian lalulintas untuk mengatur arus lalulintas. “Itu kita lakukan, guna meminimalisir terjadinya angka kecelakaan lalulintas, apalagi sampai menelan korban jiwa,” bebernya.

Baca Juga:   Kolaborasi BI dan TPID, Sukses Tekan Inflasi

Jika diklasterisasikan dari segi usia, angka kecelakaan dan pelanggaran lalulintas selama operasi Ketupat beberapa bulan lalu. Mayoritas pelanggar merupakan klasmen pelajar yang notabene belum mengantongi Surat Izin Mengemudi (SIM) karena masih dibawa usia batas ketentuan. Oleh karena itu, kepolisian meminta kerjasama pihak orangtua maupun wali murid untuk menyayangi anaknya supaya tidak diizinkan membawa kendaraan sendiri jika belum mengantongi SIM.

“Misalnya kalau ke sekolah, alangkah baiknya kalau diantar oleh orangtua siswa. Pas pulang juga dijemput, jika kedua orang tua sibuk, lebih baik menyewa jasa antar jemput. Karena, berbahaya jika anak dibawa umur dibiarkan membawa kendaraan sendiri. Selain belum memahami alur lalulintas, juga sangat mengancam keselamatan dirinya maupun orang lain,” jelas IPTU Jumono.

Sebagai bentuk antisipasi, kepolisian telah memprogramkan polisi Go to school. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada pelajar terkait pentingnya mematuhi aturan berlalulintas. Serta, tidak disarankan membawa kendaraan sendiri jika belum berkomitmen apalagi tidak memiliki SIM.

Baca Juga:   Warga Diminta Waspada, Intensitas Hujan Dimungkinkan Masih Terjadi Sepekan Kedepan

“Alhamdulillah, program itu kita masifkan dengan melibatkan pihak sekolah. Kita berharap, edukasi kepada pelajar ini tidak hanya dari kepolisian, tapi dari tenaga pendidik terutama orangtua,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala sekolah SMPN 1 Tanjung Selor, Eko Purdiyanto menuturkan imbauan yang sama, baik dari kepolisian maupun kepada orangtua siswa telah dilakukan.

“Bahkan, kita menganjurkan lebih baik mengunakan sepeda jika harus tetap ingin berangkat sendiri ke sekolah. Tapi, intinya tetap berhati-hati,” ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini sosialisasi soal tertib berlalulintas telah berulang kali disampaikan kepada siswa bergandengan dengan kepolisian. “Kita berharap, dengan begitu kesadaran siswa bisa tumbuh demi mengurangi kecelakaan lalu-lintas terhadap pelajar,” pungkasnya. (tin/and)

Reporter: Martinus Nampur, Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER