spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Oknum PNS di Bulungan Sambil jadi Kurir Sabu

TARAKAN – Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintahan Kabupaten Bulungan berinisial D (49) nekat menjadi kurir sabu. Kepada polisi, dia mengaku dijanjikan uang sekitar Rp500 ribu hingga Rp 2 juta. Kanit Sisidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltara, Ipda Yaswar menjelaskan terungkapnya kasus ini bermula dari informasi adanya jaringan sabu yang berada di dalam Lapas Tarakan.

Berbekal informasi tersebut, pihaknya melakukan pengembangan dan kembali mendapat informasi tambahan bahwa barang sabu itu dipasok dari Bulungan.

Tim kembali melakukan pengembangan dan mencurigai seseorang hendak membawa barang haram tersebut melewati speedboat.

Pihaknya pun melakukan penggeledahan dan mendapati barang sabu disimpan di dalam jok kendaraan. “Kami langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan dan didapatkan yang bersangkutan menyinpan barang sabu di dalam joknya motornya. Dan ditemukan barang dugaan berupa sabu. Kejadian itu sekitar November kemaren,” ucapnya, Kamis (21/12/2023).

Adapun barang sabu yang berhasil diamankan yakni satu ball atau sekitar 40 gram. Kepada polisi, tersangka mengaku baru pertama kali menjadi kurir. “Dia mengaku hanya dimintai tolong oleh rekannya,”ucap Yaswar.

Baca Juga:   Gubernur Zainal: Kegiatan Positif Dapat Beri Manfaat untuk Masyarakat

Dikerahui, pelaku merupakan oknum PNS di salah satu rumah sakit Kabupaten Bulungan.  Pelaku tertangkap di Pelabuhan Tanjung Selor saat hendak membawa barang haram tersebut menuju Tarakan.

Disinggung, apakah pelaku merupakan kurir jaringan Lapas Tarakan, dia menjawab saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.

“Informasi dari tersangka pengendali dari Lapas Tarakan. Tapi kan kita tidak bisa menuduh bahwa itu Lapas. Ini masih dalam pengembangan,”ungkapnya.

Pengakuan tersangka, lanjutnya, dia mendapatkan dari seorang rekannya. Hanya saja, pihaknya belum berhasil menemukan orang tersebut.

“Dengan identitas yang disampaikan ke kami dan kami belum mendapatkan bisa dibilang terputus. Tapi kita berusaha menggembungkan dengan petunjuk petunjuk. Pelaku juga positif pengguna,”pungkasnya. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER