spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kecelakaan Lalu Lintas 2023 Meningkat, Polres Tarakan Ungkap Daerah Rawan

TARAKAN – Angka kecelakaan lalu lintas di Tarakan alami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.  Jika di 2022 terdapat 104 insiden, kini di sepanjang 2023 terdata 141 kasus. Kendati terjadi peningkatan kasus kecelakaan, namun data korban meningal dunia menurun.

“Tren di tahun 2023, angka pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan dan cukup tajam. Dan banyak sekali angka pelanggaran. Di tahun sebelumnya, 2022 karena masih dalam masa pandemi, penindakan pelanggaran lalu lintas berkurang di lapangan. Tahun ini, cukup tinggi angkanya. Ini sebetulnya datanya dimulai dengan jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Tarakan. Tahun 2022 total 104 kasus. Tahun ini, 141 kasus,” sebut Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar baru-baru ini.

Lebih jauh dijelaskan Ronaldo, pada 2022 tercatat sebanyak 13 orang meninggal dunia sedangkan di 2023 sebanyak 12 orang. Sementara luka berat justru meningkat, pada 2022 sebanyak 36 orang dan tahun ini sebanyak 40 orang.

Guna mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di 2024, dia mengimbau masyarakat Tarakan untuk taat dan tertib berlalu lintas. Kata Ronaldo, pengendara harus menggunakan helm, mematuhi petunjuk rambu lalu lintas, dan menjaga kecepatan saat berkendara.

Baca Juga:   Cegah Teror Bakar Rumah, Wali Kota Tarakan Tegaskan Siskamling Harus Ditingkatkan

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tarakan, IPTU Gisca Yashella menjelaskan dalam rangka meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas, sejumlah upaya dilakukan termasuk memetakan wilayah rawan kecalakaan. Ia pun mengungkap wilayah rawan kecelakaan di Tarakan saat ini di antaranya Juata. Karena memang di wilayah tersebut banyak aktivitas lalu lalang truk besar.

“Ini sudah kami komunikasikan ke pihak terkait, dari perusahan sudah ditindaklanjuti bahwa jalan yang dilewati dari pihak RT juga sudah melakukan komunikasi termasuk masyarakat,” paparnya.

“Kemudian juga di area Jalan Gajah Mada di situ juga rawan laka,” lanjutnya.

Ia lanjut menjelaskan, salah satu upaya dilakukan pihaknya untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas adalah dengan menggencarkan program Polisi Sahabat Anak Belajar dan Bermain. Program ini menyasar siswa-siswi di berbagai TK di Tarakan dalam rangka pengenalan rambu lalu lintas.

Satlantas Polres Tarakan juga memberi imbauan keselamatan di jalan kepada anak di bawah umur sejak dini.

“Kegiatan menyasar anak usia dini agar mendapat bekal pengetahuan bagaimana berlalu lintas dan berkendaraan dengan baik dan bisa memahami rambu larangan lalu lintas. Selain itu juga masuk ke sekolah-sekolah untuk melaksanakan sosialisasi,”pungkasnya. (apc/and)

Baca Juga:   November 2023, Angkutan Udara jadi Penyumbang Utama Inflasi di Tarakan

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER