test
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Infrastruktur Desa Liagu jadi Perhatian Bupati Syarwani


TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani, berkesempatan menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Desa Liagu, Kecamatan Sekatak ke-16 tahun.

Desa Liagu, secara geografis berbatasan di bagian selatan Kecamatan Sekatak, dengan profesi masyarakat sebagian besar sebagai nelayan. Jarak tempuh dari Kecamatan Sekatak menuju desa tersebut mencapai 130 kilometer.

“Desa ini merupakan wilayah integral masuk di Kabupaten Bulungan, dengan jarak 150 kilometer, sedangkan dari Tarakan tergolong lebih dekat lewat jalur laut, mencapai 15 kilometer,” tutur Syarwani, Minggu (19/11/2023).

Sebelah Utara, Desa Liagu berbatasan dengan Betayau. Sebelah timur, Kota Tarakan, bagian Selatan, dengan Desa Salimbatu, Bulungan. Sedangkan, bagian Barat berbatasan dengan Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Luas Desa Liagu, mencapai sekitar 10 ribu hektare. Terdiri dari 616 hektare kebun, 5.000 hektare tambak, 4.000 hektare lautan, 5.607 hutan dan 227 hektare wilayah pemukiman.

“Jumlah penduduknya mencapai 277 Kepala Keluarga (KK),” tukas Syarwani.

Diungkapkan, tema perayaan HUT Desa Liagu, yaitu Bersatu Dalam Keberagaman. Dalam kesempatan itu, Bupati menyarankan untuk penyusunan dokumen sejarah terbentuknya Desa Liagu. Kemudian, disahkan dengan surat keputusan desa sebagai payung hukum, yang nantinya dibacakan setiap memperingati hari jadi desa sehingga anak-anak sebagai generasi penerus dapat mengingat alur historis itu.

Dalam kesempatan yang sama, Syarwani menyerap masukan dari Kepala Desa, tokoh masyarakat terkait perlunya pembangunan akses jalan darat, fasilitas penunjang pendidikan, kesehatan, listrik dan fasilitas pendukung lainya.

“Untuk membangun Desa Liagu, perlu sinergi semua pihak untuk kepentingan masyarakat. Termasuk saya menyerap aspirasi dan keinginan para guru dan tenaga kesehatan yang ada disini,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, lanjut Syarwani, akan berupaya merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Desa setempat. Termasuk, akses pendidikan, infrastruktur, ekonomi dan lapangan pekerjaan.

“Namun, itu dibutuhkan peran semua pihak dengan beragam cara, seperti penggunaan dana desa dan sebagainya,” tandasnya. (adv/tin/and)

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER