spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Imigrasi Tarakan Sebut Rutin Awasi Orang Asing, Per Agustus 2023 Ada 275 WNA

TARAKAN – Kantor Imigrasi Kelas II Tempat Pemeriksa Imigrasi (TPI) Tarakan fokus terhadap pengawasan orang asing masuk ke Tarakan. Hal ini perlu sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dampak negatif dari lalulintas orang asing dan juga untuk menciptakan ketertiban umum dan keamanan di masyarakat.

Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas II Tarakan Bona Roy Simanungkalit mengatakan data per Agustus 2023, jumlah orang asing di Tarakan sebanyak 275.

“Jumlah 275 ini adalah orang asing yang memegang Izin Tinggal Terbatas (ITAS) dalam rangka bekerja,yakni ITAS biasa 269 orang dan ITAS perairan 6 orang,” ucapnya kepada awak media di Tarakan, Kamis (7/9/2023).

Dengan jumlah WNA yang cukup banyak tersebut, pihaknya mengakui rutin melakukan pengawasan orang asing. Adapun pengawasan keimigrasian yang dilakukan yakni berkaitan dengan pengawasan administratif dan pengawasan lapangan. Jika dalam pengawasan ditemukan pelanggaran, kata Bona, maka pelanggaran tersebut akan ditentukan terlebih dahulu. “Apakah bersifat administratif ataupun bersifat tindak pidana Keimigrasian. Setelah itu akan dilakukan penegakan hukum keimigrasian sesuai dengan hasil pemeriksaan yang akan dilaksanakan,” katanya.

Baca Juga:   Kebakaran Lahan di Kampung Enam Tarakan, Petugas Butuh Waktu Empat Jam Padamkan Api

Selain itu, melakukan pengawasan melalui Tim Pora yang terdiri dari beberapa stakeholder seperti unsur kepolisian, Kejaksaan Negeri Tarakan, Bea dan Cukai, Kantor KKP, pihak bandara dan pelabuhan, Kesbangpol dan lain sebagainnya.

Diketahui, Tim Pora mempunyai tugas memberikan saran dan pertimbangan kepada instansi atau lembaga pemerintahan terkait, mengenai hal yang berkaitan dengan pengawasan orang asing dengan melakukan pengumpulan, pertukaran, analisa, evaluasi data dan informasi keberadaan orang asing, penyelesaian permasalahan keberadaan dan kegiatan orang asing, hingga melaksanakan operasi gabungan yang bersifat khusus maupun insidentil. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia
Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER