spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Human Error Diduga Jadi Penyebab Kebakaran di Belakang BRI Tarakan

TARAKAN – Human error diduga menjadi penyebab kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Yos Sudarso, belakang BRI, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan pada Selasa (22/8/2023) dini hari lalu.

Hal itu disampaikan oleh  Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kanit Pidum Satreskrim Ipda Muhamad Izzadin Abdillah saat melakukan olah TKP di lokasi yang diduga menjadi asal mula api, Kamis (24/8/2023).

Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kanit Pidum Satreskrim Ipda Muhamad Izzadin Abdillah mengatakan, dari hasil olah TKP sementara, kebakaran yang menghanguskan sekitar 19 rumah di belakang kantor BRI Cabang Tarakan dididuga karena adanya human error atau kelalaian manusia.

“Jadi kesimpulan sementara diduga ada human error, apakah ada yang membuang potong rokok atau membakar sampah. Namun, kami belum dapat menyimpulkan,” ucapnya.

Ia mengatakan kesimpulan itu didapatkan setelah polisi menemukan satu buah ember merah dari tumpukan plastik yang terbakar, dua botol alkohol yang setengah terbakar serta arang bekas kebakaran.

Baca Juga:   Sepanjang 2021 hingga 2023, Tangkapan Sabu di Kaltara Capai 534,82 Kg

Barang barang tersebut, kata dia ditemukan di bawah rumah yang diduga merupakan sumber api.

“Barang tersebut kami temukan di bawah kolong rumah. Dan di bawahnya itu penuh sampah. Kami belum bisa menyimpulkan , namun bahan-bahan di bawah rumah mudah terbakar sehingga percikan api kecil dapat membesar. Karena di bawah itu bahan mudah terbakar,” ucapnya.

Diketahui, rumah tersebut milik seseorang bernama Bustang dan sudah tiga tahun tidak ditinggali. “Rumah itu kosong dan listrik sudah tercabut dari pihak terkait. Jadi dugaan sumber api dari listrik itu terbantahkan karena rumah tersebut tidak dialiri listrik,” tegasnya.

Dikesempatan inipula, dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat membakar, ia meminta masyarakat untuk memastikan bahwa api benar-benar telah mati. (apc/and)

Reporter: Ade Prasetia

Editor: Andhika

16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER