spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

3 Orang Terlantar di Tarakan Dipulangkan ke Daerah Asal

TARAKAN – Sebanyak tiga orang berstatus terlantar dipulangkan Dinas Sosial Tarakan ke daerah asalnya. Ketiganya dipulangkan menggunakan Kapal Lambelu, pada Rabu (10/1/2024).

Penyuluh Sosial Ahli Muda Seksi Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Tarakan, Akhmad Sujai mengatakan, ketiga orang yang dipulangkan bersatus orang telantar karena tidak memiliki keluarga dan pekerjaan.

Ketiganya terdiri dari seorang pria bernama Arifin (44) asal Riau. Kemudian dua orang wanita masing-masing bernama Sariyati (27) asal Garut dan Sahariah (54) yang berasal dari Sulawesi.

Dijelaskannya, untuk Arifin, dia sebelumnya bekerja di sebuah perusahaan sawit yang berada Sekatak, Kabupaten Bulungan. Namun karena dia tidak diberi gaji dia kemudian memilih melarikan diri ke Tarakan.

“Dia (Arifin) kurang lebih satu bulan berada di Shelter Dinsos dan tadi malam dipulangkan. Jadi dia bekerja di sana itu tidak jelas sepertinya dipekerjakan pihak ketiga. Dia itu 8 bulan tidak digaji,” ucap Sujai saat dikonfirmasi, Kamis (11/1/2024).

Selanjutnya, untuk wanita yang bernama Sariyati, warga asli Garut. Sebelumnya, ia bekerja sebagai salah satu warga binaan di Bengawan, Tarakan. Namun karena gajinya kecil dan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya, ia memilih berhenti.

Baca Juga:   1.011 Narapidana Lapas Tarakan Terima Remisi Idulfitri 1445 H

Ia sempat beberapa kali mencari pekerjaan lain namun mengalami kesulitan karena sedang mengalami sakit. “Sariyati ini sakit kulit seluruh badannya melepuh seperti tersimpan air panas. Penyakit kulit intinya,” ungkapnya.

Sementara satu orang lainya yakni Sahariah, ia sebelumnya bekerja sebagai pencari rumput laut namun berhenti karena penghasilannya tidak cukup untuk kebutuhan hidup. Sahariah juga mengalami sakit diabetes sehingga kesulitan mencari pekerjaan. Alhasil, selama di Tarakan ia harus menumpang hidup bersama orang lain.

Sujai menyebut seluruh biaya pemulangan ketiganya ditanggung pemerintah melalui Dinsos, bekerja sama dengan Baznas.

“Mereka dipulangkan menggunakan Kapal Lambelu, sandar kapalnya jam 6 mungkin berangkatnya sekitar jam 9,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pada 2023 lalu, Dinsos Tarakan juga memulangkan dua orang terlantar yang berasal dari Sulawesi dan Surabaya. Dua orang tersebut bernama Sunaryo, berasal dari Surabaya dan dipulangkan pada Minggu (3/12/2023). Sementara satu orang lainya bernama Amir, berasal dari Makassar  dipulangkan pada Rabu (29/11/2023).

Penulis: Ade Prasetya

Editor: Yusva Alam

Baca Juga:   Khairul: Tokoh Agama Punya Peran Penting untuk Menciptakan Kondusifitas di Pemilu 2024
16.4k Pengikut
Mengikuti

BERITA POPULER